Guru : Apa cita-cita Kalian.....?
Siswa : Ingin jadi Polisi,Tentara,Dokter,Guru, Presiden,Perawat dll.
Yah begitulah sekilas dialog masa kecil kita jika ditanya soal mimpi/cita-cita.
Begitu banyak impian serta cita-cita yang ingin kita raih, salah satu faktor yang membuat kita dilematis akan cita-cita yaitu lingkungan, baik keluarga mapun kerabat kita. Ketika indra merasakan adanya obsesi terhadap satu profesi yg sedang dibicarakan dikalangan masyarakat maka itulah yg menjadi objek mimpi indah yang tertanam di otak serta berfikir ke masa depan agar bisa di aktualisasikan mimpi/cita-cita tersebut.
Dilematis yang paling kejam yaitu menjelang kelulusan SMA, dimana kita dipaksakan untuk mengambil sebuah keputusan masa depan yang begitu berat. Beratnya dilatar belakangi oleh beberapa faktor yaitu,
1. Bingung pilih perguruan tinggi
2. Memilih Jurusan Tapi tidak sesuai dengan Skill (ikut-ikut Teman)
3. Mendaftar Polisi/Tentara (bermasalah Proposional badan)
4. Cari kerja (Tidak ada relasi)
5.Ingin lanjut kuliah namun ekonomi keluarga tidak mendukung.
Bagi yang memutuskan untuk bekerja, tekanan inernal maupun eksternal harus dilalui walapun pahit, harus dijalani walaupun tak sesuai mimpi. Mimpi yang indah dimasa kecil harus dijalani untuk mendapatkan Tahta dimata manusia, berjuang menyusuri tepak kehidupan yang sedang dirancang di kampung orang.
Bagi yang melanjutkan perguruan tinggi, yang mengharapkan sebuah ijazah pendukung demi cita-cita kehidupan yg lebih baik juga dibayang-bayangi oleh kerasnya persaingan sesama profesi.
Skill atau kemampuan harus diasah oleh pribadi yang tau diri, kemampuan orangtua untuk memberikan biaya tak selamanya menjamin sumber daya manusia untuk lebih baik.
Setelah lulus pergurua tinggi, bukankah kita mendapatkan tekanan yg lebih keras krna telah memangku sebuah gelar namun tak tau harus dimanfaatkan dimana?
Mencari-cari relasi, Memayungi diri dengan amplop coklat setiap hari berharap ada lowongan kehidupan di dunia perkantoran, menghubungi keluarga yg sukses, meratapi teriknya matahari disianghari dengan aspal panas yg menerjang busana hitan putih dengan gagah cantiknya.
Begitu dahsyatnya menapaki jejak kehidupan, "Life is Choice" .
jangan berpatok hanya pada satu mimpi kawan, jalan masih panjang, jendela masih terbuka, tetap optimis dan raihlah mimpi-mimpi diluar sana yg menantimu.
Selalu ada jalan, Allah Swt. telah tentukan yg terbaik untuk kita, hanya cara serta usaha kita yg belum maksimal untuk meraihnya.
jangan takut mecoba, rasakan Bedanya dan Bedakan Rasanya.
Salamku, AFB.
.
1. Bingung pilih perguruan tinggi
2. Memilih Jurusan Tapi tidak sesuai dengan Skill (ikut-ikut Teman)
3. Mendaftar Polisi/Tentara (bermasalah Proposional badan)
4. Cari kerja (Tidak ada relasi)
5.Ingin lanjut kuliah namun ekonomi keluarga tidak mendukung.
Bagi yang memutuskan untuk bekerja, tekanan inernal maupun eksternal harus dilalui walapun pahit, harus dijalani walaupun tak sesuai mimpi. Mimpi yang indah dimasa kecil harus dijalani untuk mendapatkan Tahta dimata manusia, berjuang menyusuri tepak kehidupan yang sedang dirancang di kampung orang.
Bagi yang melanjutkan perguruan tinggi, yang mengharapkan sebuah ijazah pendukung demi cita-cita kehidupan yg lebih baik juga dibayang-bayangi oleh kerasnya persaingan sesama profesi.
Skill atau kemampuan harus diasah oleh pribadi yang tau diri, kemampuan orangtua untuk memberikan biaya tak selamanya menjamin sumber daya manusia untuk lebih baik.
Setelah lulus pergurua tinggi, bukankah kita mendapatkan tekanan yg lebih keras krna telah memangku sebuah gelar namun tak tau harus dimanfaatkan dimana?
Mencari-cari relasi, Memayungi diri dengan amplop coklat setiap hari berharap ada lowongan kehidupan di dunia perkantoran, menghubungi keluarga yg sukses, meratapi teriknya matahari disianghari dengan aspal panas yg menerjang busana hitan putih dengan gagah cantiknya.
Begitu dahsyatnya menapaki jejak kehidupan, "Life is Choice" .
jangan berpatok hanya pada satu mimpi kawan, jalan masih panjang, jendela masih terbuka, tetap optimis dan raihlah mimpi-mimpi diluar sana yg menantimu.
Selalu ada jalan, Allah Swt. telah tentukan yg terbaik untuk kita, hanya cara serta usaha kita yg belum maksimal untuk meraihnya.
jangan takut mecoba, rasakan Bedanya dan Bedakan Rasanya.
Salamku, AFB.
.

Mantap
BalasHapusPengen nangis bacanya
BalasHapusHahahah
HapusNice
BalasHapus